Kau adalah udara bagiku.
Tanpamu aku tak sanggup bernafas.
Kau adalah pelindung,
perisai hidupku.
Sosok orang hebat yg menjadi panutan dalam hidupku.
Sorot mata yang senantiasa menyejukkan hati.
DULU !
Mengapa sekarang kau melumat semua kenangan indah itu dengan caramu seperti ini?
Mencampakkan aku. Memandangku seakan2 aku adalah musuhmu. Menghabisiku seolah2 aku adalah lawanmu.
Sekarang,
pandangan iblis yg tersirat dimatamu.
KAU BUKAN MALAIKATKU LAGI.
Tanpamu aku tak sanggup bernafas.
Kau adalah pelindung,
perisai hidupku.
Sosok orang hebat yg menjadi panutan dalam hidupku.
Sorot mata yang senantiasa menyejukkan hati.
DULU !
Mengapa sekarang kau melumat semua kenangan indah itu dengan caramu seperti ini?
Mencampakkan aku. Memandangku seakan2 aku adalah musuhmu. Menghabisiku seolah2 aku adalah lawanmu.
Sekarang,
pandangan iblis yg tersirat dimatamu.
KAU BUKAN MALAIKATKU LAGI.

No comments:
Post a Comment